Syaifudin Sardi

…semua tentang syaifudin sardi dan catatan kehidupannya …

Hanyalah Cinta – Anggun yang Anggun

Leave a comment

Mendengarkan lagu Anggun, “Hanyalah Cinta” pada awalnya saya tidak menanggapnya sebagai sesuatu yang spesial kecuali karakter suara Anggun yang memang “Anggun” banget, suara khas Anggun. Namun beberapa kali mendengarkan lewat Winamp didukung dengan MiniLyrics –yang karenanya lirik bisa muncul dilayar layaknya karaoke–, saya baru “ngeh” kalau lirik lagu ini memiliki makna yang dalam, makna yang sufistik.

Si pencipta lirik sadar betul bahwa semua yang bersifat kebendaan, kekinian, dan keduaniawian akan pudar, akan hilang, tidak untuk selamanya, hanya sementara saja. Yang kita cari, kita mau, selalu kita tunggu, yang kita nanti, semestinya adalah cinta yang abadi, cinta ilahi. Dialah sumber kebahagiaan abadi, kebahagiaan hakiki. Si pencipta juga menyadari bahwa setiap manusia memiliki keterbatasan. Ada ruang dan waktu yang membatasinya. Selalu ada pertempuran antara kekuatan hitam dan kekuatan putih dalam diri manusia. Pertempuran dan persaingan untuk “memiliki” jiwa dan raga kita. Tinggal manusianya, mau memihak yang hitam atau memihak yang putih. Untuk itu, senyampang waktu masih berdetak, proses mencari arti hidup harus terus berlangsung. Yang bermakna kita pertahankan dan perjuangkan. Yang sia-sia kita tinggalkan.
Coba kita simak lirik “Hanyalah Cinta” di bawah ini”

Hanyalah Cinta – Anggun

semua yang telah aku dapat
indah dan gemerlap
satu hari kan pudar
dan sinarnya akan hilang

sesuatu yang telah aku raih
di dalam hidup ini
tak untuk selamanya
ini semua sementara

reff:
yang aku cari hanyalah cinta
hanya cinta yang tak terganti
yang aku mau hanyalah cinta
hanyalah cinta yang ku beri

yang selalu ku tunggu hanyalah cinta
hanya cinta yang tak terganti
yang aku nanti hanyalah cinta
hanyalah cinta yang abadi

mencari artinya hidup ini
detak waktu masih ada
ada yang paling bemakna
apa yang kan sia-sia

Dunia hiburan memilik magnet yang luar biasa kuat untuk orang-orang mengikuti trend yang dihembuskannya. Dibutuhakan sebuah keberanian, memang. Sesuatu yang idealis seringkali tidak laku di pasar dunia hiburan. Sebuah tantangan bagi mereka yang berkecimpung di dunia hiburan. Berani terima tantangan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s