Syaifudin Sardi

…semua tentang syaifudin sardi dan catatan kehidupannya …

Pelajaran dari Sepatu dan Hujan

Leave a comment

Sepatu Pria Kulit Asli BS 85_20110322141108Sore itu, menjelang pulang kantor, hujan turun begitu derasnya. Salah seorang kawan berkata, “Wah, sepatuku musti disimpan, nih. Sayang kalau nanti kebasahan.” Secara spontan saya berkata, “Hei, sepatu itu kan fungsinya untuk melindungi kaki dari terik matahari dan hujan. Lah, pada saat dia harus menjalankan fungsinya untuk melindungi kaki kita, mengapa kita pusing-pusing berpikir untuk melindunginya?” “Berpikirnya koq terbalik”, pikir saya. Kala itu, logika saya yang lebih dominan.

Tapi, sejurus kemudian saya berpikir, “Ada benarnya juga, sih. Saasepatu-ap-boot-moto-1t hujan deras begini, kita tidak harus memaksa sepatu untuk menjalankan tugasnya. Bisa-bisa, ia malah rusak dan tidak akan bisa melindungi kaki kita lagi di kemudian hari.” Ada baiknya kita menyimpannya dan menggantikannya dengan sandal, misalnya. Atau dengan yang lebih baik, sepatu boot khusus untuk hujan. Sepatupun legowo tugasnya diambilalih oleh sandal yang kualifikasinya dianggap lebih rendah, atau oleh sepatu boot yang kualifikasinya lebih tinggi. Di lain sisi, sandal atau sepatu boot harus siap sedia menggantikan peran sepatu.

Kawan, situasi hujan dan cerita tentang sepatu di atas bisa saja terjadi dalam sebuah organisasi. Anggota organisasi, di setiap level, memiliki tugas utama untuk menyukseskan agenda organisasi. Kepentingan individu atau kepentingan kelompok semestinya tidak mengalahkan kepentingan organisasi. Dalam kondisi apapun, “cuaca cerah” maupun “hujan”, setiap anggota organisasi harus siap sedia untuk “melayani” organisasi. Tentu, sesuai dengan porsi, posisi dan perannya dalam organisasi itu. Jika masing-masing saling memahami porsi, posisi, dan perannya, dan berkomitmen dengan tujuan organisasi, maka dapat dipastikan tujuan organisasi akan tercapai dengan baik.

Namun, dalam kondisi “hujan” sebagaimana yang dialami sepatu dalam cerita di atas, diperlukan kepekaan dari pemimpin organisasi untuk dengan cepat mengambil tindakan agar pencapaian tujuan tidak terganggu. Kepekaan untuk membaca apakah anggota organisasi mampu atau tidak bertahan dan menjalankan tugasnya dengan baik meskipun dalam kondisi seperti itu. Kalau memang dia mampu, apakah perlu ia perlu diberikan perlindungan atau tidak? Jika si anggota tidak mampu, apakah musti digantikan dengan anggota lain? Apakah anggota pengganti memiliki kualifikasi yang sepadan atau lebih tinggi?

Bukan hanya pemimpin saja yang musti peka. Si anggota juga harus peka dengan diri dan lingkungannya. Ketika ia tidak mampu menghadapi “hujan”, dia harus tahu apa yang musti dikerjakan. Melengkapi dirinya dengan kualifikasi lebih atau dengan legowo menyerahkan kembali tugas kepada pemimpin untuk didelegasikan kepada anggota yang lain?

Pun demikian juga dengan anggota pengganti. Ketika pendelegasian tugas dilimpahkan kepadanya, dia harus siap sedia meskipun “hujan”. Tidak ada dalam benaknya untuk menyalahkan si A atau si B yang tidak mampu melaksanakan tugas. Ketika tugas dipercayakan kepadanya, satu kalimat yang ia musti camkan, “Saya pasti bisa!”

Jika masing-masing pemimpin dan anggota organisasi saling memahami peran masing-masing, sekali lagi, tujuan organisasi akan tercapai dengan baik. Namun, jika sebaliknya, misalnya pemimpin tidak mau tahu kondisi anggotanya, si anggota juga tidak peka dengan kemampuannya. Si pengganti juga tahunya menggerutu, dan sebagainya, maka, Anda bisa membayangkan apa jadinya organisasi seperti itu.

Kondisi semacam ini akan semakin parah jika masing-masing elemen organisasi lebih mementingkan kepentingan individu atau kelompoknya daripada kepentingan organisasi. Kepentingan, kepentingan, dan lagi-lagi kepentingan.

Semoga kita tidak terjebak dengan kepentingan sesaat yang terkadang menyesatkan.

@dIeN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s