Syaifudin Sardi

…semua tentang syaifudin sardi dan catatan kehidupannya …

Rem Depan Dulu Lebih Efektif

1 Comment

sepeda-onthelCari-cari inspirasi di atas motor dalam perjalanan ke kantor, saya teringat sebuah tayangan TV. Acaranya kala itu kalau tidak salah semacam science for fun, sebuah program yang menayangkan percobaan-percobaan fisika yang dikemas dalam format yang menyenangkan. Dalam acara itu, ditayangkan percobaan pengereman.

Ada tiga kondisi pengereman sepeda kayuh dengan asumsi bahwa kecepatan gerak dan daya pengereman sama. Kondisi pertama, rem depan dulu baru diikuti dengan rem belakang. Kedua, rem belakang dulu, baru rem depan. Ketiga, rem depan dan rem belakang ditarik bersamaan. Untuk pengereman yang tidak bersamaan, interval waktu antara pengereman diasumsikan sama. Hasilnya? Ternyata kondisi pengereman pertama yang paling efektif menghentikan laju sepeda. Mengapa bisa demikian? Saat rem depan ditarik, kecepatan sepeda sudah berkurang terlebih dahulu. Diikuti dengan rem belakang, sepeda menjadi berhenti sempurna.

Hasil percobaan ini dapat dijadikan pelajaran dalam organisasi. Pimpinan organisasi, sebagai orang terdepan, menjadi orang yang paling efektif untuk meggerakkan organisasi atau mengerem gerak organiasi jika dirasa arah yang ditempuh menunjukkan indikasi atau sudah keluar dari tujuan yang seharusnya atau karena tidak sesuai dengan aturan yang telah disepakati bersama. Tentu, tidak semata-mata peran pimpinan tertinggi saja dalam hal mengerem gerak organisasi yang salah ini. Diperlukan gerak bersama yang sinergis antara pimpinan tertinggi, manajer, dan segenap staf pelaksana agar organiasi kembali pada tujuan dan aturan yang telah disepakati bersama itu. Ingat, rem depan saja tidak cukup.

Bagaimana jika gerak yang salah ini sudah menjadi praktik yang wajar dan dianggap sebagai sesuatu yang benar? Adalah peran pimpinan tertinggi, sebagai rem depan, dan para manajer dan pelaksana sebagai rem belakang untuk segera menyadari kondisi yang salah kaprah ini untuk segera menghentikan gerak yang salah ini dan segera kembali kepada praktik-praktik yang benar dan yang seharusnya. Bukan malah membiarkan praktik yang salah itu berjalan. Apalagi dengan memberikan tips dan trik agar yang salah itu menjadi tampak benar. Maka jangan salahkah jika pelaksana yang melakukan kesalahan menimpakan kesalahan itu kepada pimpinan karena pimpinan telah memberikan tips dan trik yang jitu, tips dan trik yang “cantik” agar kesalahannya dianggap benar. Naudzubillah.

Saya jadi teringat materi kultum Dhuhur kemarin. Penceramah menjelaskan kisah tentang Abu Bakar. Dikatakan oleh Abu Bakar bahwa jika ada 70 pintu menuju sebuah ruangan dan di antara 70 itu ada 1 saja pintu subhat, maka beliau, Abu Bakar, lebih memilih untuk tidak memasuki ruangan itu. Beliau khawatir pintu yang beliau akan lewati adalah pintu yang subhat itu. Sahabat, terhadap yang abu-abu saja Abu Bakar tidak mau mengambil risiko dosa. Apalagi sudah jelas hitam dan putihnya.

Lha kita? Lha sistem kita?

@dIeN

Advertisements

One thought on “Rem Depan Dulu Lebih Efektif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s