Syaifudin Sardi

…semua tentang syaifudin sardi dan catatan kehidupannya …

Silaturahmi Itu …

Leave a comment

hand-shake-loveTulisan ini saya buat berdasarkan kisah nyata yang dialami istri dan anak bungsu saya, Norin. Beberapa hari yang lalu, Norin mengalami kesulitan, maaf, Buang Air Besar (BAB). Dua hari, bahkan sampai empat hari, “itu”-nya, sampah dalam tubuhnya tidak bisa keluar. Berbagai cara telah kami lakukan agar itunya lancar keluar. Dari memberinya makan sayuran, buah-buahan, dan langkah terakhir, memberikan obat pelancar BAB yang dimasukkan lewat anusnya. Melihat penderitaan Norin saat berusaha keras untuk mengeluarkan ampas itu membuat kami tidak tega. Kondisi ini diperparah oleh sikap Norin yang bersikeras tidak mau jongkok saat mau mengeluarkan itunya. Kejadian seperti ini berlangsung kurang lebih satu bulan. Dan kondisi seperti ini membuat Norin seperti tidak percaya diri.

Sedikit bergeser dari masalah yang dihadapi Norin, akhir-akhir ini istri saya lebih intensif bersilaturahmi dengan sahabat barunya. Sebut saya namanya Ira, sesama wali murid di lembaga pendidikan di mana kakaknya Norin, Salsa, bersekolah. Setelah mengantarkan Salsa, terutama di Hari Jumat dan Sabtu, istri saya tidak langsung pulang tetapi berkunjung ke rumah Ira sambil menunggu jam pulang Salsa. Tanggung katanya karena di dua hari itu jam pulang Salsa adalah pukul 10.00 WIB. Kebetulan rumah Ira tidak jauh dari lokasi sekolah. Tentu saja si bungsu tidak pernah ketinggalan saat mamanya mengantar kakaknya. Begitu juga saat berkunjung ke rumah Ira.

Ira tinggal di rumah itu bersama tiga orang anak. Suaminya bekerja di Lampung sehingga tidak bisa pulang setiap bulan, apalagi setiap hari. Makanya di rumah itu ia juga ditemani oleh adiknya. Sebut saja namanya Dara. Dua anaknya bersekolah di lembaga yang sama dengan Salsa. Sedangkan anaknya yang paling kecil, sebut saja namanya Queen, berumur kira-kira 2 tahun, setahun lebih muda daripada Norin. Sikapnya yang tidak mau diam membuat Norin cocok dan nyawan berkawan dengan Adik Queen ini.

Ira dan Dara ini ternyata para wanita yang memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi. Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, ia bersama adiknya sedang merintis sebuah wirausaha kuliner. Kecil memang skalanya. Mereka membuat kue, pizza kering mereka menyebutnya, berdasarkan pesanan dari teman-teman mereka. Ada yang pesan lewat telepon. Ada juga yang pesan lewat jejaring sosial. Mereka yang masak sendiri, membuat label sendiri, mengemas sendiri dan lain-lain sendiri. Bahkan,  mereka sendiri yang mengartar kue-kue itu sampai depan pintu rumah pemesan. Setiap hari Minggu, mereka bahkan menjajakan kue buatan mereka di pusat-pusat keramaian minggu pagi. Belakangan mereka menawarkan kue buatan mereka ke kantin-kantin dalam instansi pemerintah. Dan yang terakhir ini membuat mereka berdua semakin sibuk.

Sepintas melihat kesibukan mereka, istri saya berpikir “Koq nggak capek yang mereka berdua”? Membayangkan mereka memasak saja membuat istri saya capek duluan, apalagi sampai menjajakan kue-kue itu. Maklum, istri saya ini kurang suka masak-memasak. Tapi sekali dia memasak, dan karenanya dia harus ekstra keras belajarnya, rasa masakannya ibarat hitungan 1-3-4-5.  Tidak ada duanya! Bolehlah sedikit menarsiskan istri, he he he.

Usut punya usut, akhirnya istri saya memahami bahwa usaha kakak beradik ini dilandasi oleh impian yang besar. Dan impian besar itu membesarkan semangat mereka. Pernah suatu saat Ira jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di Sidoarjo. Kebetulan di sana ada sebuah cafe yang sudah tidak dipakai lagi. Lokasinya berhadap-hadapan dengan P***a H*t, sebuah merek dagang yang telah mendunia. Ira menepukkan tangannya di dinding cafe itu sambil berkata dalam hati, “Kamu jangan sampai di sewa orang. Tunggu sampai aku membelimu dan membuka “Pizzalamazza” di sini.”

Dan semangat itu menular kepada istri saya. Sejak keluar dari tempat kerjanya yang dulu demi memperhatikan pendidikan anak-anak kami, praktis istri saya tidak punya penghasilan sendiri. Dan dari silaturahmi dengan kawan-kawannya, termasuk dengan Ira dan adiknya, ibu dari anak-anakku ini sekarang sudah punya usaha sendiri. Skala kecil, memang. Tapi mudah-mudahan yang kecil itu berkembang menjadi besar, besar, dan besar. Rupanya benar apa yang disampaikan para ulama yang menyatakan bahwa  silaturahmi itu melancarkan rezeki dan memperpanjang umur.

Lho, apa hubungannya dengan Norin seperti yang ditulis di bagian awal tulisan ini? Sabar, Mas, Mbak Yu. Mari kembali kepada Norin dan masalah BAB-nya. Ketika berkunjung ke rumah Ira, Norin mengalami kembali susah BAB. Seperti yang ditunjukkannya di hari-hari sebelumnya, saat itu, ia pergi menyendiri, mengejan sekuat tenaga sambil berdiri, tidak mau jongkok, dan mukanya memerah padam. Melihat itu, Ira tidak tega, panik. Rupanya Norin melihat kepanikan itu dan dampaknya lebih luar biasa daripada saat ia melihat kekhawatiran kami di hari-hari sebelumnya saat ia mengalami kejadian seperti itu. Mamanya langsung membawa Norin ke kamar mandi, menjongkokkannya di atas WC dan akhirnya ritual itu berakhir sukses dengan keluarnya “itu” yang telah bertahan selama empat hari. Lega sekali rasanya.

Hari-hari berikutnya, demi memupuk semangat wirausaha dan mewujudkannya dalam tindakan nyata, istri saya berkunjung lagi ke rumah Ira. Kebetulan Dara juga punya usaha lain yang istri saya tertarik bergabung degannya. Bersama Norin, tentunya. Di tengah aktivitas main bersama Queen, Norin pingin BAB dan alhamdulillah lancar tanpa hambatan. Di atas WC dan jongkok. Kejadian yang sulit kami wujudkan sebelumnya. Sampai-sampai keluar guyonan dari Ira, “Sudah lah, Mbak. Besok-besok kalau Norin mau BAB bawa ke sini aja.”

Hari-hari berikutnya, di rumah, setiap ingin BAB Norin selalu minta melakukannya di WC dan jongkok. Rupanya, kejadian di rumah Ira menjadi momentum bagi Norin untuk merubah perilaku BAB-nya.

Rupanya, silaturahmi tidak hanya melancarkan rezeki, tetapi juga melancarkan BAB.

Anda orang tua yang mengalami masalah serupa? Cobalah bersilaturahmi!

Salam,

@dIeN’s

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s