Syaifudin Sardi

…semua tentang syaifudin sardi dan catatan kehidupannya …

Everybody Knows (Leonard Cohen) – Sebuah Resensi Asal-asalan

Leave a comment

Banyak cara yang dilakukan orang untuk memberikan kritik. Ada yang secara vulgar, ada yang secara halus. Cara yang terakhir ini seringkali dilakukan oleh para seniman. Dengan bahasa mereka, cara-cara halus seperti ini sengaja mereka lakukan untuk membiaskan pesan yang sesungguhnya. Maka, cara memahami pesan ini tidak cukup dengan membaca atau mendengarkannya. Diperlukan pemahaman yang komprehensif tentang pesan itu. Bagaimana latar belakang di pembuat pesan, latar belakang peristiwa saat pesan disampaikan, kondisi sosial saat itu, dll.

Tetapi karena ini resensi asal-asalan, maka saya tidak sampai sejauh itu untuk menulis resensi ini. Berbekal kemauan untuk belajar menulis, sedikit kemampuan berbahasa Inggris, dan comot sana comot sini, maka resensi ini hadir di hadapan pembaca sekalian. Namun, sebelum masuk di substansi resensi, saya ceritakan sebab saya menulis resensi ini.

Berawal dari buka-buka youtube untuk mencari cover lagu-lagu Dewa19, saya menemukan cover lagu berjudul “Tak Akan Ada Cinta yang Lain” yang dibawakan oleh Alya Zurayya ft. Gilang Samsoe di https://www.youtube.com/watch?v=MDBBRyo7vgk. Dari lagu ini saya tertarik dengan vokal si vokalis pria, Gilang Samsoe yang mengantarkan saya pada saluran pribadi Gilang Samsoe di https://www.youtube.com/channel/UC_KQNs8efMeXc112mem52ZA. Dan, pilihan saya jatuh pada video lagu “Justice League”: https://www.youtube.com/watch?v=H0NfMazmVTY.

Dari sinilah kemudian saya mencari-cari versi asli lagu ini dan liriknya. Ditulis dan dinyanyikan oleh Leonard Cohen (https://en.wikipedia.org/wiki/Leonard_Cohen) yang direkam pada tahun 1988, dan yang terbaru dijadikan Original Sound Track (OST) film Justice League, lagu ini sendiri sering digambarkan secara luas sebagai kritik yang pesimistik. Bahkan dianggap sebagai ramalan yang suram tentang akhir dunia. Tentang AIDS, masalah-masalah sosial, dan masalah-masalah hubungan antar manusia dan agama (https://en.wikipedia.org/wiki/I%27m_Your_Man_(Leonard_Cohen_album)

Baik, selanjutnya mari kita berasal-asalan membaca resensi asal-asalan ini.

Bait pertama:

Everybody knows that the dice are loaded
Semua orang tahu bahwa bahwa dadu telah dimuat
“dice are loaded” merupakan idiom dalam Bhs. Inggris yang artinya bahwa hasil positif tampaknya tidak akan tercapai karena adanya persepsi kesialan. Singkatnya, pesimis.
Everybody rolls with their fingers crossed
Semua orang bergemuruh dengan jemari disilangkan.
fingers crossed” adalah bahasa tubuh dalam tradisi kristiani yang artiya memohon dengan sangat pertolongan dari Tuhan.
Everybody knows the war is over
Semua orang tahu bahwa perang telah berakhir
Everybody knows the good guys lost
Semua orang tahu bahwa bahwa orang-orang baik kalah
Everybody knows the fight was fixed
Semua orang tahu bahwa pertarungan telah diatur
The poor stay poor, the rich get rich
Yang miskin tetap miskin, yang kaya semakin kaya
That’s how it goes
Itulah yang terjadi
Everybody knows
Semua orang tahu

Ya, jelas sekali betapa pesimistisnya pesan ini. Pengulangan frasa “Everybody knows”, semua orang tahu, menunjukkan bagaimana kondisi yang tidak menguntungkan, bahwa walaupun pertolongan dari Tuhan telah dimohonkan, dan bahwa walaupun perang telah berakhir, telah diketahui semua orang, berulang-ulang. Namun, tetap saja kondisi tidak menjadi lebih baik. Orang-orang baik malah dipinggirkan karena tidak sesuai dengan kemauan penguasa. Kompetisi apapun semuanya telah diatur. Para juri dan wasit dipaksa memenangkan titipan. Siapa yang menang dan siapa yang kalah sudah ditentukan. Yang kurus semakin kurus dan terpuruk. Yang gemuk semakin gemuk dan semakin nyaman dengan kegemukannya. Dan, itulah yang terjadi. Meskipun semua orang tahu, tetap saja tidak ada perubahan.

Bait kedua:

Everybody knows that the boat is leaking
Semua orang tahu bahwa kapal sedang bocor
Everybody knows that the captain lied
Semua orang tahu bahwa sang Kapten berdusta
Everybody got this broken feeling
Semua orang merasakan hancurnya perasaan
Like their father or their dog just died
Seperti ayah atau anjing mereka baru saja mati
Everybody talking to their pockets
Semua orang bicara pada kantong-kantong mereka
Everybody wants a box of chocolates
Semua orang menginginkan sekotak coklat
And a long-stem rose
Dan setangkai mawar bertangkai panjang
Everybody knows
Semua orang tahu

Di bait kedua, kembali Cohen menyampaikan pesan pesimisnya dengan kondisi sosial yang ia temui. Betapa dalam kondisi darurat dan terpuruk, para pemimpin malah mencari selamat sendiri. Dalam berbagai momen mereka mengatakan bahwa negara dalam kondisi aman, tentram, dan damai. Namun mereka tahu kondisi sebenarnya dan sudah mempersiapkan segala sesuatu jika kapal bangsa ini karam. Namun, hanya keselamatan mereka sendiri yang dipersiapkan. Lantas bagaimana dengan keselamatan rakyat? Padahal semua orang tahu. Hati mereka terluka. Mandat sudah mereka berikan. Tetapi mandat dibalas dengan pengkhianatan. Tidak ada pemimpin yang bisa dijadikan panutan dan teladan. Akhirnya masing-masing mencari selamat dengan cara-caranya sendiri. Yang satu ke utara, yang lain ke selatan. Yang satu ke timur, yang lain ke barat. Kacau.

Bait ketiga:

Everybody knows that you love me baby
Semua orang tahu bahwa kaumencintaku, Sayang
Everybody knows that you really do
Semua orang tahu bahwa kamu benar-benar mencintaiku
Everybody knows that you’ve been faithful
Semua orang tahu bahwa kau telah setia
Oh, give or take a night or two
Oh, beri atau ambil semalam atau dua malam
Everybody knows you’ve been discreet
Semua orang tahu bahwa kau orang yang bijaksana
But there were so many people you just had to meet
Tapi begitu banyak orang yang harus kau temui
Without your clothes
Tanpa busana
Everybody knows
Semua orang tahu

Di bait ketiga, tampaknya Cohen ingin membelokkan isu-isu sosial ke isu-isu pribadinya. Ya, beginilah cara seniman membiaskan pesan. Seolah-olah yang disampaikan berkonteks sempit. Tetapi sejatinya mereka ingin membidik dalam konteks yang lebih luas. Di bagian awal bait ketiga, Cohen seolah-olah melupakan kondisi sosial di sekitarnya. Bagaimana kekasihnya begitu mencintainya, begitu setia, begitu bijaksana. Sampai-sampai semalam atau dua malam tidak cukup untuk bersamanya. Namun, ternyata sang kekasih juga berbagi setia dengan yang lain. Namanya juga setia. Kata kawan saya, artinya setiap tikungan ada. Heh. Dibelok-belokkan tetap saja. Kondisi sosial dan kondisi pribadi tidak jauh berbeda. Mengecewakan.

Bait keempat:

Everybody knows, everybody knows
Semua orang tahu, semua orang tahu
That’s how it goes
Itulah yang terjadi
Everybody knows
Semua orang tahu
Everybody knows, everybody knows
Semua orang tahu, semua orang tahu
That’s how it goes
Itulah yang terjadi
Everybody knows
Semua orang tahu

Semua tahu, bahwa semua tahu, bahwa semua orang tahu. Bahkan yang tidak mau tahu juga menjadi tahu tentang apa yang terjadi. Tetapi yang terjadi hanya terjadi begitu saja.

Bait kelima:

And everybody knows that it’s now or never
Dan semua orang tahu bahwa sekarang atau tidak sama sekali
Everybody knows that it’s me or you
Semua orang tahu itu antara aku dan kamu
And everybody knows that you live forever
Dan semua orang tahu bahwa kau hidup selamanya
When you’ve done a line or two
Saat kamu selesai dengan satu batas atau dua
Everybody knows the deal is rotten
Semua orang tahu perjanjian itu busuk
Old Black Joe’s still picking cotton
Joe hitam tua masih memetik kapas
Old Black Joe adalah representasi dari budak Afrika
For your ribbons and bows
Untuk pita dan busurmu
And everybody knows
Dan semua orang tahu

Kinilah saatnya semua harus bergerak. Anggap saja kita hidup selamanya-lamanya. Artinya, banyak bekal yang harus dipersiapkan. Karena apapun yang disepakati di masa lalu tidak ada artinya. Peraturan-peraturan dibuat hanya untuk dilanggar. Tidak ada kepastian untuk perbaikan. Orang-orang miskin masih menjadi alas kaki bagi kaum kaya. Kaum buruh masih menjadi sapi perah bagi para kapitalis.

Bait keenam:

And everybody knows that the plague is coming
Dan semua orang tahu bahwa wabah sedang datang
Everybody knows that it’s moving fast
Semua orang tahu bahwa wabah itu bergerak cepat
Everybody knows that the naked man and woman
Semua orang tahu bahwa pria dan wanita telanjang
Are just a shining artifact of the past
Hanyalah sekadar peninggalan masa lalu
Everybody knows the scene is dead
Semua orang tahu masa itu telah mati
But there’s gonna be a meter on your bed
Tetapi akan ada matra di atas kasurmu
That will disclose
Yang akan mengungkapkan
What everybody knows
Apa yang semua orang ketahui

Semua orang tahu bahwa kondisi sosial begitu gawat. Serangan dari luar begitu jelas dan begitu cepat datangnya. Kesempurnaan ciptaan Tuhan berwujud manusia adalah peninggalan masa lalu. Kebetulan saja manusia diciptakan lebih sempurna daripada makhluk lainnya. Tapi itu bukan jaminan bahwa kedudukan manusia lebih tinggi daripada mereka. Karena itulah, manusia diberikan tanggung jawab untuk mengelola alam. Bertanggungjawab atas kelebihannya dibandingkan makhluk lain. Perjalanan manusia selalu dalam pantauan Tuhan. Selalu ada yang mencatat amal perbuatan mereka yang akan dipertanggungjawabkan di hari akhir kelak. Rekaman perjalanan hidup manusia kelak akan terungkap semua.

Bait ketujuh:

And everybody knows that you’re in trouble
Dan semua orang tahu bahwa kamu dalam masalah
Everybody knows what you’ve been through
Semua orang tahu bahwa kau sudah melaluinya
From the bloody cross on top of Calvary
Dari salib berdarah di atas bukit Calvary
Bukit Calvary adalah sbuah bukit di luar Jerussalem di mana Kristus disalib
To the beach of Malibu
Sampai ke Pantai Malibu
Everybody knows it’s coming apart
Semua orang tahu ia hancur berkeping-keping
Take one last look at this sacred heart
Lihatlah untuk kali terakhir hati suci ini
Before it blows
Sebelum ia berhembus
Everybody knows
Semua orang tahu

Maka, jika pantauan Tuhan ini tidak dihiraukan, maka manusia berada dalam masalah besar. Sejarah kemanusiaan mencatat bahwa pembangkangan terhadap perintah Tuhan berujung pada kehancuran. Kehancuran alam dan manusia di dalamnya. Ada yang ditenggelamkan dalam lautan. Ada yang dibenamkan ke dalam bumi. Ada yang dihujani bebatuan dari neraka. Dan masih banyak lagi. Semua orang tahu. Dan sebelum itu terjadi, tengoklah untuk terakhir kali jiwa yang suci ini, jiwa yang merupakan tiupan ruh ilahi. Jagalah ia sebelum ia menghembus pergi. (@dIeN’s)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s