Syaifudin Sardi

…semua tentang syaifudin sardi dan catatan kehidupannya …


Leave a comment

Grenade – Cerita Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

eternal loveMenyaksikan X-Factor Indonesia, sebuah ajang pencarian bakat di dunia tarik suara, perhatian saya tertuju pada seorang kontestan bernama Fatin pada saat audisi. Bukan hanya karena suaranya yang dahsyat. Bukan juga karena penampilannya yang lugu dan malu-malu. Namun perhatian saya tertuju pada lagu yang dibawakannya. Saat melihat videonya di youtube, samar-samar saya mendengar bahwa judul lagu itu adalah “greenday”, “greeny”, atau apalah.

Didorong oleh rasa penasaran, saya coba googling dengan kata-kata kunci yang saya sangka judul lagu itu. Hasilnya, nihil. Saya coba mendengarkan Fatin menyanyi lebih seksama. Dan saya mendapatkan lirik “black, black, black and blue”. Lantas, saya coba kembali googling dengan kata kunci yang terakhir ini. Dari kegiatan googling ini saya mendapatkan link ke lagu “Grenade” yang dibawakan oleh Bruno Mars. Tanpa menunggu lama saya segera mengunduh video Grenade dari youtube dan sekalian mengunduh liriknya. Ingin mengunduh juga? Silakan kunjungi http://www.youtube.com/watch?v=SR6iYWJxHqs untuk videonya dan http://www.azlyrics.com/lyrics/brunomars/grenade.html untuk liriknya.

Berulang-ulang saya putar video Grenade-nya Bruno Mars. Juga versi yang dibawakan Fatin. Sembari menyaksikan video mereka, saya juga menyimak liriknya. Dari situ dapat saya pahami bahwa lagu ini adalah cerita tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sang cowok sudah mati-matian menyerahkan jiwa raganya untuk sang cewek. Namun, apa balasan dari sang cewek? Bukan hanya sekadar menolak, namun penolakan itu jauh lebih dahsyat daripada pengorbanan sang cowok. Mari kita simak cuplikan lirik di bawah ini:

Harapan sang cowok:

“Gave you all I had
To give me all your love is all I ever asked

Dan bagaimana pengorbanan yang dilakukan oleh sang cowok”

“I’d catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for you (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I’d do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby

Akan tetapi, balasan sang cewek”

“…And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did …

“… But you won’t do the same …”

“If my body was on fire
Oh, you would watch me burn down in flames …”

Hingga pada akhirnya umpatan, makian yang keluar dari sang cowok:

“… Tell the devil I said “Hey” when you get back to where you’re from
Mad woman, bad woman

That’s just what you are …”

You said you loved me, you’re a liar
‘Cause you never ever ever did, baby”

Walaupun demikian, tetap saja sang cowok rela berkorban demi sang cewek:

“But, darling, I’d still catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for you (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I’d do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won’t do the same”

Kawan, beginilah kalau mencintai makhluk hanya karena mencintai makhluk. Makhluk tidak pernah abadi. Begitupun yang melekat padanya. Bagus atau buruknya rupa, manis atau pahitnya tutur kata, membahagiakan atau menyedihkannya cinta, semua itu tidak abadi. Ada masanya. Yang bagus bisa menjadi buruk. Yang manis bisa menjadi pahit, dan yang membahagiakan bisa menjadi yang menyedihkan. Karena itu semua melekat pada makhluk. Melekat pada sesuatu yang tidak abadi.

Lain ceritanya jika mencintai itu karena Dzat yang abadi. Bagus atau buruknya rupa, manis atau pahitnya tutur kata, membahagiakan atau menyedihkannya cinta, jika dilandasi karena mencintai Tuhan, atas izin-Nya, maka semua itu akan terlihat bagus, terasa manis, dan pasti membahagiakan. Bukan umpatan yang keluar. Justru malah kesyukuran. Memang, bagi sebagian kita, untuk sampai pada bagus, manis, bahagia, dan kesyukuran ini kadang memerlukan proses. Butuh proses belajar hingga sampai pada ditemukannya makna. Ditemukannya hakikat. Lebih daripada itu adalah bagaimana hakikat itu mampu menjadi penggerak bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Yang lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi.

Selamat Berproses

@dIeN’s


Leave a comment

Hanyalah Cinta – Anggun yang Anggun

Mendengarkan lagu Anggun, “Hanyalah Cinta” pada awalnya saya tidak menanggapnya sebagai sesuatu yang spesial kecuali karakter suara Anggun yang memang “Anggun” banget, suara khas Anggun. Namun beberapa kali mendengarkan lewat Winamp didukung dengan MiniLyrics –yang karenanya lirik bisa muncul dilayar layaknya karaoke–, saya baru “ngeh” kalau lirik lagu ini memiliki makna yang dalam, makna yang sufistik.

Si pencipta lirik sadar betul bahwa semua yang bersifat kebendaan, kekinian, dan keduaniawian akan pudar, akan hilang, tidak untuk selamanya, hanya sementara saja. Yang kita cari, kita mau, selalu kita tunggu, yang kita nanti, semestinya adalah cinta yang abadi, cinta ilahi. Dialah sumber kebahagiaan abadi, kebahagiaan hakiki. Si pencipta juga menyadari bahwa setiap manusia memiliki keterbatasan. Ada ruang dan waktu yang membatasinya. Selalu ada pertempuran antara kekuatan hitam dan kekuatan putih dalam diri manusia. Pertempuran dan persaingan untuk “memiliki” jiwa dan raga kita. Tinggal manusianya, mau memihak yang hitam atau memihak yang putih. Untuk itu, senyampang waktu masih berdetak, proses mencari arti hidup harus terus berlangsung. Yang bermakna kita pertahankan dan perjuangkan. Yang sia-sia kita tinggalkan.
Coba kita simak lirik “Hanyalah Cinta” di bawah ini”

Hanyalah Cinta – Anggun

semua yang telah aku dapat
indah dan gemerlap
satu hari kan pudar
dan sinarnya akan hilang

sesuatu yang telah aku raih
di dalam hidup ini
tak untuk selamanya
ini semua sementara

reff:
yang aku cari hanyalah cinta
hanya cinta yang tak terganti
yang aku mau hanyalah cinta
hanyalah cinta yang ku beri

yang selalu ku tunggu hanyalah cinta
hanya cinta yang tak terganti
yang aku nanti hanyalah cinta
hanyalah cinta yang abadi

mencari artinya hidup ini
detak waktu masih ada
ada yang paling bemakna
apa yang kan sia-sia

Dunia hiburan memilik magnet yang luar biasa kuat untuk orang-orang mengikuti trend yang dihembuskannya. Dibutuhakan sebuah keberanian, memang. Sesuatu yang idealis seringkali tidak laku di pasar dunia hiburan. Sebuah tantangan bagi mereka yang berkecimpung di dunia hiburan. Berani terima tantangan?