Syaifudin Sardi

…semua tentang syaifudin sardi dan catatan kehidupannya …


1 Comment

Unsur Islam dalam Nibiru dan Ksatria Atlantis [sebuah resensi asal-asalan]

pers_nibiruInginnya sih menulis sebuah resensi tentang ini novel – Nibiru dan Ksatria Atlantis. Tapi saya tidak tahu juga bagaimana menulis sebuah resensi yang baik. Tulisan ini sekadar apresiasi saya terhadap karya Tasaro GK yang bagi saya enak dibaca itu. Sebagai bagian pertama dari pentalogi Nibiru, kelanjutan kisah Nibiru patut untuk dinanti-nantikan.

Novel ini saya beli pada tanggal 14 Januari 2011. Namun baru-baru ini kerinduan saya terhadap kidah Nibiru membuat saya kembali manghatamkan novel ini. Hatam membacanya membuat saya lebih rindu lagi untuk menanti kelanjutannya, seperti yang dijanjikan penulisnya, Nibiru dan 7 Kota Suci.

Membuka halaman pertama setelah daftar isi, kita disuguhi sebuah prasasti berbahasa Kedhalu yang susah sekali melafalkannya. Namun tulisan di prasasti itu adalah kunci bagi Anda untuk lebih memahami Bahasa Kedhalu yang akan banyak Anda temui di halaman-halaman berikutnya. Prasasti itu adalah kodefikasi Bahasa Kedhalu ke dalam Bahasa Indonesia. Cukup cerdik rupanya penulis yang satu ini. Sebuah kunci bahasa yang ditata dalam sebuah cerita. Mungkin, prasasti ini adalah rangkuman dari pentalogi yang dijanjikan itu. Tulisan pada prasasti itu adalah sebagai berikut:

Sedhletkuth nyidwa nyapidh. Bhesugany kedharakay thedwemal pe ngabhadh manyuth. Dhnyabhinya sebhadh thedhnyudpak. Kedhabhanyay jiytha thap thedhpathapay. Nyapidh bhesugany kedhcamayay nyapay leycangi nyagam keyjadhinyay thedhalath paycad.

Dhaca Suli leyumibh ngi nyadhi thedhnyaidh sawi kedunyaba seyunya sebhadh Atlantis

Di bawah prasasti Bahasa Kedhalu itu, Tasaro menuliskan terjemahanya dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut:

Bertempur hingga akhir. Sebuah peradaban tenggelam ke dasar laut. Rahasia besar terungkap. Perasaan cinta tak terkatakan. Akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal pencarian teramat panjang.

Dhaca Suli menulis di hari akhir bagi penguasa benua besar, Atlantis.

Mari kita cermati kata per kata dan artinya. Kejelian akan mengantarkan Anda pada pemahaman bahwa Bahasa Kedhalu adalah Bahasa Indonesia juga. Hanya Tasaro menukar-tukar konsonannya saja. Tentang hal ini, Anda bisa mengunjungi http://www.tribunnews.com/2010/12/13/memecah-kode-bahasa-planet-novel-nibiru

Saya ini tidak akan membahas lebih jauh tentang kunci-kunci Bahasa Kedhalu itu di sini.

Di balik cerita aksi fantasi yang dibalut dalam kisah pulau Kedhalu dengan kekhawatiran penduduknya akan kedatangan Nibiru yang dipercaya membawa kehancuran, kisah Atlantis, kisah pengorbanan demi tanah air, kisah cinta bertepuk sebelah tangan, dll., penulis dengan jeli memasukkan unsur-unsur Islam di dalamnya. Anda bisa membaca mulai halaman 80. Penulis menggambarkan makna pedhib (Bhs. Indonesia = keris) yang memiliki enam mata perak pada setiap lekukannya. Simak bagaimana ayah Dhaca, Wamap Suli menjelaskan makna masing-masing lekukan senjata itu.

“Lekukan pertama di ujungnya, … melambangkan keyakinanmu terhadap Sang Nyammany, Tuan segala ciptaan.”

Dalam Kamus Bahasa Kedhalu, insya-Allah akan saya tulis di lain tempat, Nyammany mengandung makna Tuhan pencipta alam semesta yang mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman.

Makna lekukan pertama adalah rukun iman yang pertama, percaya kepada Allah.

“Lekukan kedua melambangkan keyakinanmu terhadap ilmu-ilmu Sang Nyammany yang pernah turun ke bumi.”

Ini adalah rukun iman yang kedua, percaya kepada kitab-kitab Allah.

“Lekukan ketiga … melambangkan keyakinanmu terhadap para Penjaga …Makhluk yang tercipta dari cahaya. Mereka patuh kepada Sang Nyammany. Mengatur dan menjaga alam semesta sesuai perintah Sang Nyammany.”

Ini adalah rukun iman yang ketiga, percaya kepada malaikat-malaikat Allah.

“Lekukan keempat melambangkan keyakinanmu terhadap para Pembawa Pesan.”

Ini adalah rukun iman yang keempat, percaya kepada para Nabi dan Rasul.

“Lekukan kelima … melambangkan keyakinanmu terhadap datangnya Hari Keadilan.”

Ini adalah rukun iman yang kelima, percaya kepada Hari Akhir.

“Lekukan keenam berarti keyakinanmu terjadap jejaring Sang Nyammany…. Setiap yang terjadi pada diri manusia dan segala di alam semesta hanyalah mengikuti jejaring Sang Nyammany… Kita hanya melakoninya.”

Ini adalah rukun iman yang terakhir, percaya kepada takdir Allah.

Unsur Islam kembai ditulis oleh Tasaro di halaman 318 s.d. 319 di mana dia menggambarkan Kuil Suci. “Para pendeta laki-laki yang telah memiliki kemampuan untuk memiliki murid disebut nyubhthar. Sedangkan, pendeta perempuan dipanggil nyubhtharcany. Masing-masing memiliki murid dari kaumnya sendiri-sendiri. Nyubhthar hanya membimbing murid-murid laki-laki dan nyubhtharcany mengajar murid-murid perempuan. Tempat tinggal dan kelas mereka pun dipisah.”

 Kamus Bahasa Kedhalu mendefinisikan nyubhtar sebagai guru agama atau guru besar (laki-laki). Bahasa Indonesia menyebutnya Ustaz. Sedangkan, nyubhtharcany didefinisikan sebagai ustaz wanita, ustazah. Digambarkan bahwa nyubhthar hanya membimbing murid laki-laki dan nyubhtharcany yang hanya membimbing murid-murid perempuan. Ini adalah tradisi pesantren. Demikian juga dengan pemisahan asrama dan kelas. Tak salah lagi, tradisi dalam kuil suci yang diceritakan Tasaro adalah tradisi pondok pesantren.

Anda akan semakin setuju dengan saya ketika membaca ucapan salam para penghuni kuil itu, nyabhamalunyamanyipul. Nyabhamalunyamanyipul adalah salam yang diucapkan seseorang kepada orang lain pada saat bertemu atau pada awal dan akhir pidato yang mengandung doa keselamatan (kesejahteraan, kedamaian). Nyabhamalunyamanyipul sendiri artinya adalah keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu. Lihat kembali bagaimana balasan yang menerima salam, ganyamanyipulbhamal, artinya dan semoga kedamaian menyertai Anda juga. Bukankah kita diperintahkan untuk selalu menebar salam saat bertemu sesama saudara muslim? Lagi-lagi, unsur Islam disusupkan Tasaro dengan cara yang sangat cerdik.

Anda sepakat dengan saya?

Yang sedang merindukan Nibiru dan 7 Kota Suci

@dIeN’s


3 Comments

The Passage of My Life

Inspired by Kitaro’s Album: Dream (http://mp3skull.com/mp3/kitaro_dream.html)

Deep in the forest, so deep, I heard sounds of joy. I heard sounds of laughter, sounds of happiness. I heard sounds of tears. I heard sound of fears, sound61bcidZwbAL._SL500_AA300_s of sadness. Sound of the forest. Sound of the forest in symphony. “Symphony of the Forest.” Sometimes it sounds so sweet, but sometimes it sounds so tart. Sweetness and tartness fused into one, in the forest, in her.

Still, I walked trough in. Until I found my self in a place. On an island. Everything looked so strange to me. I saw struggling, I saw rebellion, I saw willingness to be it self. I saw strong hope for happiness. But, all I saw weren’t like as they looked like. All I see was desperation. Desperation wrapped in loyalty. All I saw were mystery. Mystery on the “Mysterious Island”.

Still, on the island of mystery, I found a girl, a lady. So simple, so beautiful. So sincere. I didn’t know why I gave my everything to her, sincerely. I gave her  my pride, my hope, my thrust, my love, my affection, my body, and my soul. My everything, everything until I got naked. Lying naked beside her. But, she was only dream. My “Lady of Dream”.

Still, on the island of mystery, I found my self in loneliness. Nothing left. No more pride. No more hope. No more love. No more body. No more soul. No more thrust. No more. Nothing. There was only anger. Anger in pain. So painful. Tears escaped from me in silent. No sounds. Only drop of tears. “A Drop of Silence”.

I didn’t realize, “Agreement” has been made. “Dream of Chant” has been planed to sail through the “Magical Wave”. Her, him, and them. My lady of dream has had her own symphony to play, with him, with them. “Symphony of Dream” played in the “Island of Life”, their life.

On the island of no more mystery, I realized my self. I realize that all were the way I should get trough. Slowly, more than a season, I found back my lost pride, my lost hope, my lost love, my lose affection, my lost body, my lost soul, and my lost thrust. I found my self back. There’s a long passage in front of me to get trough. The passage of a new hope for a new love. The passage for a better tomorrow. “A Passage of Life”. This is my passage.

Dedicated to AW. Where’re you now?